Social Icons

Pages

Monday, 7 February 2011

Membiasakan Membacakan Cerita kepada Anak


Manfaat Cerita atau mendongeng terhadap anak-anak antara lain:

. Memberi teladan
Melalui cerita ayah bunda bisa memberikan teladan dan contoh perbuatan yang baik yang mesti dilakukan dan perbuatan yang jelek yang mesti dihindari anak, ayah bunda dapat memasukkan pesan moral, norma dan nilai kehidupan. misalnya saja dalam buku Hallo Balita, dengan judul 'aku sayang teman' ceritanya menanamkan kepada anak untuk saling membantu kesusahan temen, meminjamkan mainan atau berbagi makanan.

. Mengembangkan kecerdasan emosi dan spiritual
Kecerdasan emosi adalah kemampuan anak untuk menyikapi keadaan, baik tekanan maupun perilaku dari luar, seperti bagaimana menerima kekalahan dengan baik atau apa yang mesti dilakukan ketika kesal atau marah. Melalui cerita dengan tema tertentu, Ayah bunda bisa mengasah, menstimulasi anak untuk mengembangkan kecerdasan emosionalnya.

. Mengembangkan kecerdasan linguistik
Melalui cerita akan melatih anakcepat berkomunikasi verbal.
Anak butuh pengulangan untuk menanamkan nilai –nilai. Sehingga untuk menanamkan sebuah nilai atau sikap yang baik pada anak dibutuhkan beberapa cerita yang temanya sama dan disampaikan secara berulang – ulang. Ada kekhawatiran dari ayah bunda anak –anak jadi bosan. Tenang saja...anak suka dengan pengulangan cerita. Sebagai gambaran, seorang anak akan memutar film kesukaannya berulang –ulang.

Tips Praktis Mendongeng
Bila Ayah bunda mau mendongeng untuk si kecil, jangan takut. Beberapa tips teknis yang akan mempermudah penyampaian pesan Anda, antara lain:
  • Bisa membacakan cerita atau menceritakan kembali isi cerita
    Caranya ayah bunda bisa berhadapan dengan anak atau ayah bunda di samping anak membaca bersama-sama.
  • Cerita bisa dibuat sendiri
    Ada yang dibuat sampai jadi lalu diceritakan, bisa juga mengarang sambil mendongeng sehingga anak boleh mengusulkan saat pendongeng bercerita. Pendongeng yang membuat cerita sendiri ini membutuhkan kemampuan dan pengalaman supaya dongengnya tidak macet di tengah jalan. Harus ada konsistensi, tokoh-tokohnya jangan sampai lupa.
  • Perhatikan durasi dan waktu
    Cerita sebelum tidur itu cukup baik. Hanya lebih baik lagi kalau disampaikan pada waktu yang tepat misalnya setelah belajar. Cerita menjelang tidur sebaiknya pendek saja, 15-20 menit sudah cukup, terutama bila anak sudah mengantuk. Yang penting ada kesepakatan tentang frekuensi dalam seminggu. Anda kadang memberikan cerita sebagai hadiah itu baik, karena menjadi kejutan bagi anak.
  • Hindari cerita mengandung konflik bertingkat
    Maksudnya, cerita di mana pemerannya kalah dulu,kemudian akhirnya menang. Sebab, jangan-jangan ketika pemerannya kalah, anak sudah tertidur. Bagaimana pun cerita yang menarik itu ada unsur konfliknya, tetapi harus disesuaikan kemampuan si anak menangkap cerita. Anak TK membutuhkan cerita yang sederhana.
  • Setelah mendongeng, diskusikan dengan anak
    Sebagai usaha untuk menginternalisasikan nilai cerita pada anak. Misalnya, “Adik pernah membantu menolong bunda menyiram tanaman seperti tokoh Lila tadi kan?”. Hal itu mendorong anak untuk berbuat baik seperti yang dilakukan tokoh cerita dalam dongeng.
Pilih cerita yang baik
Isi cerita menjadi faktor penting yang menentukan menarik atau tidaknya suatu dongeng. Selain itu tema yang baik juga sangat berguna bagi pekembangan kepribadiaan anak anda kelak. Pilihlah cerita yang bertemakan kelembutan, kedamaian, semangat tinggi, serta nilai-nilai lain yang dapat menguandang inspirasi dan imajinasi anak. Hindari cerita-cerita yang mengandung kekerasan, iri hati dan dengki.
Kuasai materi cerita
Pilih cerita yang paling Ayah bunda sukai, dan kemudian menguasainya. Jangan pernah mencoba menghapal sebuah cerita karena hanya akan membuat ayah bunda terperangkap didalamnya dan akan menemukan kesulitan untuk berimprovisasi jika lupa pada cerita yang akan diberikan.
Pelajari tokoh-tokoh dengan baik
Ada baiknya Ayah bunda juga menguasai mengenai tokoh-tokoh didalamnya. Karakter dan sifat dari masing-masing tokoh dalam sebuah cerita. Jadi, jika cerita harus mengalami improvisasi, tokoh-tokohnya tidak mengalami perubahan karakter.
Merubah isi cerita
Jika alur cerita dan detil suatu cerita terlupakan, Ayah bunda bisa merubah isi dongeng yang penting inti cerita yang akan diceritakan tidak mengalami perubahan.
Ciptakan suasana yang tepat
Ciptakan suasana dimana mereka berada dalam kondisi sadar dan senang saat anda membacakan cerita, Namun hindari suasana formil karena suasana formil malah membuat kondisi kaku dan tidak menyenangkan. Hindari juga suasana bising selama bercerita, sebaliknya buatlah suasana tenang dan hening.
Gunakan vokal dan intonasi yang baik
Teknik vokal dan intonasi yang baik diperlukan dalam membangun sebuah cerita yang sedang dibacakan. Pastikan ayah bunda memilih teknik vokal dan intonasi yang tepat dan sesuai dengan isi cerita saat mendongeng. Yang terpenting jangan memaksakan membuat suara-suara aneh hanya untuk menekankan  tokoh tertentu jika ayah bunda memang tidak bisa. Hal tersebut hanya akan mempersulit dalam mendongeng jika tidak menguasainya. Cara yang lebih mudah adalah dengan memperkecil atau memperbesar suara anda dengan disertai gerak tubuh sesuai dengan tokoh dalam cerita dongeng yang Ayah bunda bawakan.
Lakukan kontak mata
Pastikan ayah bunda melakukan kontak mata dengan anak saat bercerita, jangan hanya fokus pada buku bacaan didepan anda. Iringi juga dengan sentuhkan perhatian dan cinta kasih pada mereka selama mendongeng agar sikecil semakin merasa nyaman dengan moment mendongeng tersebut.

Visualisasikan cerita

Usai mendongeng, mintalah anak memvisualisasikan cerita baik dengan lukisan maupun gambar-gambar  sederhana, dengan demikian ayah bunda jadi tahu apakah anak menangkap makna yang benar dari cerita tersebut.
Putar musik
Musik merupakan faktor pendukung sebuah cerita, memutarkan musik terutama musik klasik usai ayah bunda  mendongeng, bisa jadi pelengkap moment kebersamaan anda dengan anak anda.

Melatih Bayi dan Anak Berbicara


Perkembangan berbicara bayi dan anak :
 Sekitar umur 7 - 8 bulan bayi mulai bisa bersuara satu suku kata, misalnya: ma atau pa atau ta, atau da
  • Sekitar umur 8 - 10 bulan bisa bersuara bersambung, misalnya : ma-ma-ma-ma, pa-pa-pa-pa, da-da-da-da-, ta-ta-ta-ta
  • Sekitar umur 11 - 13 bulan mulai bisa memanggil : mama !, papa !
  • Sekitar umur 13 - 15 bulan mulai bisa mengucapkan 1 kata, misal : mimik, minum, pipis
  • Sekitar umur 15 - 17 bulan mulai bisa mengucapkan 2 kata 
  • Sekirtar umur 16 - 18 bulan mulai bisa mengucapkan 3 kata
  • Sekitar umur 19 - 22 bulan mulai bisa mengucapkan 6 kata
  • Sekitar umur 23 - 26 bulan mulai bisa menggabungkan beberapa kata : mimik cucu
  • Sekitar umur 24 - 28 bulan mulai bisa menyebutkan nama benda, gambar
  • Sekitar umur 26 - 35 bulan, bicaranya 50 % dapat dimengerti orang lain
(Sumber : Denver II, Frankenburg WK dkk, 1990)

Supaya tidak terlambat berbicara, latihlah sejak bayi

Bayi sejak lahir sudah bisa mendengar dan mengerti suara manusia, terutama suara ibunya. Walaupun bayi belum bisa menjawab dengan kata-kata tetapi bayi bisa menyatakan perasaannya dengan : senyuman, gerakan bibir, bersuara, berteriak, menggerakkan tangan kaki, kepala atau dengan menangis.
Dengan latihan setiap hari sejak bayi, lama kelamaan bayi dan anak dapat menjawab dengan kata-kata dan kalimat. Latihan ini sekaligus merangsang perkembangan emosi, sosial, dan perkembangan kecerdasannya.
Supaya bayi atau anak anda tidak terlambat berbicara, lakukan metode ini setiap hari, ketika anda berada tidak jauh dari bayi anda.

Melatih Bayi dan Anak Berbicara

I. Berbicaralah kepada bayi / anak sebanyak mungkin dan sesering mungkin, dengan penuh kasih sayang, walaupun ia belum bisa menjawab
  1. Bertanya pada bayi / anak.. Contoh : Adik haus, ya ? Gardi lapar, ya ?. Elta mau susu, lagi ? Ini gambar apa ? Ini boneka apa ? Ini warnanya apa ? Ini namanya siapa ?
  2. Komentar terhadap perasaan bayi / anak . Contoh : Kasihan, adik rewel kepanasan, ya ?. Nah sekarang dikipasin ya ? Ooo, kasihan, adik rewel gatal digigit nyamuk, ya ? Jatuh ya ? Sakit , ya ? Sini di obatin ! 
  3. Menyatakan perasaan ibu / ayah . Contoh : Aduh, mama kangen banget deh sama adik. Tadi mama di kantor ingat terus sama adik. Mmmh , mama sayang deh sama adik.
  4. Komentar keadaan bayi / anak.. Contoh : Aduh pipi Ade tembem ! Wow, Rama matanya besar banget ! Wah, kepala Gardi botak ! Ai, ai, Elta buang air besar lagi !
  5. Komentar perilaku bayi / anak Contoh : Wah, Rini sudah bisa duduk! Eeee, Tono sudah bisa berdiri ? Ai, ai, Ari sudah bisa duduk ! Wah, adik sudah bisa jalan !
  6. Bercerita tentang benda-benda di sekitar bayi / anak : Contoh : Lihat nih. Ini namanya bantal. Warnanya merah muda, ada gambar Winnie the Pooh. Adik tahu nggak Winni the Pooh ? belum tahu ? Winni The Pooh itu beruang yang lucu dan cerdik. Nanti kalau sudah gede pasti tahu deh. Yang ini namanya boneka Teletubies. Warnanya merah. Yang ini warnanya hijau, yang itu ungu. Nih, coba di peluk.
  7. Bercerita tentang kegiatan yang sedang dilakukan pada bayi / anak
    Contoh : Adik dimandiin dulu, ya ? Pakai air hangat, pakai sabun, biar bersih, biar kumannya hilang, biar kulitnya bagus sepeti bintang film. Sekarang dihandukin biar kering, tidak kedinginan. Sudaaaaah selesai. Sekarang pakai pampers, pakai baju, dibedakin dulu, biar kulitnya halus, wangi.. Nah, selesai. Enak, kan ? Asyik, kan ? Habis ini minum ASI terus tidur, ya ? Mama mau masak, ya ?
  8. Bercerita tentang kegiatan yang sedang dilakukan ibu : Contoh : Mama sekarang mau bikin susu buat adik sebentar , ya ? Nih, susunyal 3 takar , ditambah air 90 cc, terus dikocok-kocok. Kepanasan nggak ? Enggak kok. Nah, siap deh. 
II. Dengarkan suara bayi / anak, berikan jawaban atau pujian

Ketika bayi / anak bersuara atau berbicara (walaupun tidak jelas), segera kita menoleh dan memandang ke arah bayi dan mendengarkan suara bayi / anak seolah-olah kita mengerti maksudnya.
Pandang matanya, tirukan suaranya, berikan jawaban atau pujian, seolah-olah bayi mengerti jawaban kita. Contoh : Ta-ta-ta-ta ? Ma-ma-ma-ma ? Kenapa, sayang ? Minta susu ? Mau poop ?

III. Bermain sambil berbicara

Ciluk - ba. Ibu mengucapkan ciluuuuuukk (muka ditutup bantal) beberapa detik kemudian bantal ditarik kesamping sambil ibu mengucapkan : baaaaaa !!.
Kapal terbang. Nih ada kapal terbang sedang terbang. Ngngngngngng. Ada musuh, kapal terbangnya menembak musuh ... dor .. dor .. dor. Kapal terbangnya turun ke muka bayi terus keperutnya.
Boneka, dimainkan seolah-olah ia berbicara kepada bayi / anak
Menyebutkan nama mainan, nama makanan, anggota badan (tangan, kaki, jari-jari, mulut, mata, telinga, hidung dll.)

IV. Bernyanyi sambil bermain.

Pok-ambai-ambai, belalang kupu-kupu, tepok biar ramai, pagi-pagi minum .... cucu. Cecak-cecak didinding, diam-diam merayap, datang seekor lalat, .....hap ! lalu ditangkap. Dua mata saya, hidung saya satu, (sambil menunjuk ke mata, hidung dst.)
Putarkan kaset lagu anak-anak, ikut bernyanyi, sambil tepuk tangan, goyang kepala dll.

V. Membacakan cerita sambil menunjukkan gambar-gambar

Bacakan cerita singkat dari buku cerita anak yang bergambar. Tunjukkan gambar tokoh-tokoh yang ada dalam cerita (binatang, benda-benda, manusia). Tanyakan kembali apa nama benda tersebut, apa gunanya, siapa nama tokohTunjukkan gambar-gambar di dalam majalah.

VI. Menonton TV bersama anak sambil menyebutkan nama-nama benda, tokoh atau kejadian yang terlihat di TV
Itu mobil, yang itu kapal, itu sepeda. Itu kucing, di sebelahnya ada tikus dan anjing. Kucing melompat, tikus lari, anjing duduk.

VII. Banyak berbicara sepanjang jalan ketika bepergian (ke pertokoan, rumah keluarga dll) t tunjuklah benda-benda atau kejadian sambil menyebutkan dengan kata-kata berulang-ulang. Itu layang-layang sedang terbang, itu kakak sedang menyeberang jalan, itu burung sedang terbang, itu pohon ada bunganya, itu boneka pakai kacamata dll.

VIII. Bermain dengan anak lain yang lebih jelas dan lancar berbicaranya
Ajak bermain dengan anak lain (kakak, tetangga, sepupu) yang sudah lebih jelas berbicaranya, bermain bersama menggunakan boneka, kubus, balok, puzzle, Lego, gambar-gambar, buku bergambar dll.

PERHATIAN
  • Jangan memaksa anak berbicara. 
  • Kalau bayi / anak bersuara (walaupun tidak jelas) berikan jawaban, seolah-olah kita mengerti ucapannya
  • Pujilah segera kalau dia berbicara benar.
  • Jangan menyalahkan anak kalau ia salah mengucapkannya
  • Kalau anak sudah bosan sebaiknya beralih ke kegiatan lain
Latihan - latihan ini selain merangsang berbicara sekaligus merangsang perkembangan emosi, sosial, dan perkembangan kognitif ( kecerdasan).


sumber : idai.co.id

Stimulasi Dini pada Bayi dan Balita untuk Kecerdasan Multiple dan Kreativitas Anak


Apa yang dimaksud dengan kecerdasan multipel ?

Kecerdasan multipel (multiple inteligensia) adalah berbagai jenis kecerdasan yang dapat dikembangkan pada anak, antara lain verbal-linguistic (kemampuan menguraikan pikiran dalam kalimat-kalimat, presentasi, pidato, diskusi, tulisan), logical–mathematical (kemampuan menggunakan logika-matematik dalam memecahkan berbagai masalah), visual spatial (kemampuan berpikir tiga dimensi), bodily-kinesthetic (ketrampilan gerak, menari, olahraga), musical (kepekaan dan kemampuan berekspresi dengan bunyi, nada, melodi, irama), intrapersonal (kemampuan memahami dan mengendalikan diri sendiri), interpersonal (kemampuan memahami dan menyesuaikan diri dengan orang lain), naturalist (kemampuan memahami dan memanfaatkan lingkungan).

Faktor-faktor apa yang mempengaruhi kualitas kecerdasan ?

Kecerdasan multipel dipengaruhi 2 faktor utama yang saling terkait yaitu faktor keturunan (bawaan, genetik) dan faktor lingkungan. Seorang anak dapat mengembangkan berbagai kecerdasan jika mempunyai faktor keturunan dan dirangsang oleh lingkungan terus menerus.

Orangtua yang cerdas anaknya cenderung akan cerdas pula jika faktor lingkungan mendukung pengembangan kecerdasaannnya sejak didalam kandungan, masa bayi dan balita. Walaupun kedua orangtuanya cerdas tetapi jika lingkungannya tidak menyediakan kebutuhan pokok untuk pengembangan kecerdasannya, maka potensi kecerdasan anak tidak akan berkembang optimal. Sedangkan orangtua yang kebetulan tidak berkesempatan mengikuti pendidikan tinggi (belum tentu mereka tidak cerdas, mungkin karena tidak ada kesempatan atau hambatan ekonomi) anaknya bisa cerdas jika dicukupi kebutuhan untuk pengembangan kecerdasan sejak di dalam kandungan sampai usia sekolah dan remaja.

Apa kebutuhan pokok untuk mengembangkan kecerdasan ?

Tiga kebutuhan pokok untuk mengembangkan kecerdasan antara lain adalah kebutuhan FISIK-BIOLOGIS (terutama untuk pertumbuhan otak, sistem sensorik dan motorik), EMOSI-KASIH SAYANG (mempengaruhi kecerdasan emosi, inter dan intrapersonal) dan STIMULASI DINI (merangsang kecerdasan-kecerdasan lain).

Kebutuhan FISIK-BIOLOGIS terutama gizi yang baik sejak di dalam kandungan sampai remaja terutama untuk perkembangan otak, pencegahan dan pengobatan penyakit-penyakit yang dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan, dan ketrampilan fisik untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Kebutuhan EMOSI-KASIH SAYANG : terutama dengan melindungi, menimbulkan rasa aman dan nyaman, memperhatikan dan menghargai anak, tidak mengutamakan hukuman dengan kemarahan tetapi lebih banyak memberikan contoh-contoh dengan penuh kasih sayang. Kebutuhan STIMULASI meliputi rangsangan yang terus menerus dengan berbagai cara untuk merangsang semua system sensorik dan motorik.

Ketiga kebutuhan pokok tersebut harus diberikan secara bersamaan sejak janin didalam kandungan karena akan saling berpengaruh. Bila kebutuhan biofisik tidak tercukupi, gizinya kurang, sering sakit, maka perkembangan otaknya tidak optimal. Bila kebutuhan emosi dan kasih sayang tidak tercukupi maka kecerdasan inter dan antar personal juga rendah. Bila stimulasi dalam interaksi sehari-hari kurang bervariasi maka perkembangan kecerdasan juga kurang bervariasi.

Apa itu STIMULASI DINI ? Apa manfaatnya ?

Stimulasi dini adalah rangsangan yang dilakukan sejak bayi baru lahir (bahkan sebaiknya sejak janin 6 bulan di dalam kandungan) dilakukan setiap hari, untuk merangsang semua sistem indera (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan). Selain itu harus pula merangsang gerak kasar dan halus kaki, tangan dan jari-jari, mengajak berkomunikasi, serta merangsang perasaan yang menyenangkan dan pikiran bayi dan balita. Rangsangan yang dilakukan sejak lahir, terus menerus, bervariasi, dengan suasana bermain dan kasih sayang, akan memacu berbagai aspek kecerdasan anak (kecerdasan multipel) yaitu kecerdasan : logiko-matematik, emosi, komunikasi bahasa (lingusitik), kecerdasan musikal, gerak (kinestetik), visuo-spasial, senirupa dll.

Cara melakukan stimulasi dini

Stimulasi sebaiknya dilakukan setiap kali ada kesempatan berinteraksi dengan bayi/balita. misalnya ketika memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, di dalam kendaraan, menjelang tidur.

Stimulasi untuk bayi 0 – 3 bulan dengan cara : mengusahakan rasa nyaman, aman dan menyenangkan, memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, berbicara, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian, menggantung dan menggerakkan benda berwarna mencolok (lingkaran atau kotak-kotak hitam-putih), benda-benda berbunyi, mengulingkan bayi kekanan-kekiri, tengkurap-telentang, dirangsang untuk meraih dan memegang mainan

Umur 3 – 6 bulan ditambah dengan bermain ‘cilukba’, melihat wajah bayi dan pengasuh di cermin, dirangsang untuk tengkurap, telentang bolak-balik, duduk.

Umur 6 – 9 bulan ditambah dengan memanggil namanya, mengajak bersalaman, tepuk tangan, membacakan dongeng, merangsang duduk, dilatih berdiri berpegangan.

Umur 9 – 12 bulan ditambah dengan mengulang-ulang menyebutkan mama-papa, kakak, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, berjalan dengan berpegangan.

Umur 12 – 18 bulan ditambah dengan latihan mencoret-coret menggunakan pensil warna, menyusun kubus, balok-balok, potongan gambar sederhana (puzzle) memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil dari wadahnya, bermain dengan boneka, sendok, piring, gelas, teko, sapu, lap. Latihlah berjalan tanpa berpegangan, berjalan mundur, memanjat tangga, menendang bola, melepas celana, mengerti dan melakukan perintah-perintah sederhana (mana bola, pegang ini, masukan itu, ambil itu), menyebutkan nama atau menunjukkan benda-benda.

Umur 18 – 24 bulan ditambah dengan menanyakan, menyebutkan dan menunjukkan bagian-bagian tubuh (mana mata ? hidung?, telinga?, mulut ? dll), menanyakan gambar atau menyebutkan nama binatang & benda-benda di sekitar rumah, mengajak bicara tentang kegiatan sehari-hari (makan, minum mandi, main, minta dll), latihan menggambar garis-garis, mencuci tangan, memakai celana - baju, bermain melempar bola, melompat.

Umur 2 – 3 tahun ditambah dengan mengenal dan menyebutkan warna, menggunakan kata sifat (besar-kecil, panas-dingin, tinggi-rendah, banyak-sedikit dll), menyebutkan nama-nama teman, menghitung benda-benda, memakai baju, menyikat gigi, bermain kartu, boneka, masak-masakan, menggambar garis, lingkaran, manusia, latihan berdiri di satu kaki, buang air kecil / besar di toilet.

Setelah umur 3 tahun selain mengembangkan kemampuan-kemampuan umur sebelumnya, stimulasi juga di arahkan untuk kesiapan bersekolah antara lain : memegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, mengerti perintah sederhana (buang air kecil / besar di toilet), dan kemandirian (ditinggalkan di sekolah), berbagi dengan teman dll. Perangsangan dapat dilakukan di rumah (oleh pengasuh dan keluarga) namun dapat pula di Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak atau sejenisnya.

Pentingnya suasana ketika stimulasi

Stimulasi dilakukan setiap ada kesempatan berinteraksi dengan bayi-balita, setiap hari, terus menerus, bervariasi, disesuaikan dengan umur perkembangan kemampuannya, dilakukan oleh keluarga (terutama ibu atau pengganti ibu).

Stimulasi harus dilakukan dalam suasana yang menyenangkan dan kegembiraan antara pengasuh dan bayi/balitanya. Jangan memberikan stimulasi dengan terburu-terburu, memaksakan kehendak pengasuh, tidak memperhatikan minat atau keinginan bayi/balita, atau bayi-balita sedang mengantuk, bosan atau ingin bermain yang lain. Pengasuh yang sering marah, bosan, sebal, maka tanpa disadari pengasuh justru memberikan rangsang emosional yang negatif. Karena pada prinsipnya semua ucapan, sikap dan perbuatan pengasuh adalah merupakan stimulasi yang direkam, diingat dan akan ditiru atau justru menimbulkan ketakutan bayi-balita.

Pentingnya pola pengasuhan yang demokratik (otoritatif)

Oleh karena itu interaksi antara pengasuh dan bayi atau balita harus dilakukan dalam suasana pola asuh yang demokratik (otoritatif). Yaitu pengasuh harus peka terhadap isyarat-isyarat bayi, artinya memperhatikan minat, keinginan atau pendapat anak, tidak memaksakan kehendak pengasuh, penuh kasih sayang, dan kegembiraan, menciptakan rasa aman dan nyaman, memberi contoh tanpa memaksa, mendorong keberanian untuk mencoba berkreasi, memberikan penghargaan atau pujian atas keberhasilan atau perilaku yang baik, memberikan koreksi bukan ancaman atau hukuman bila anak tidak dapat melakukan sesuatu atau ketika melakukan kesalahan.

Mengapa stimulasi dini bisa merangsang kecerdasan multipel ?

Sel-sel otak janin dibentuk sejak 3 – 4 bulan di dalam kandungan ibu, kemudian setelah lahir sampai umur 3 – 4 tahun jumlahnya bertambah dengan cepat mencapai milyaran sel, tetapi belum ada hubungan antar sel-sel tersebut. Mulai kehamilan 6 bulan, dibentuklah hubungan antar sel, sehingga membentuk rangkaian fungsi-fungsi. Kualitas dan kompleksitas rangkaian hubungan antar sel-sel otak ditentukan oleh stimulasi (rangsangan) yang dilakukan oleh lingkungan kepada bayi-balita tersebut.

Semakin bervariasi rangsangan yang diterima bayi-balita maka semakin kompleks hubungan antar sel-sel otak. Semakin sering dan teratur rangsangan yang diterima, maka semakin kuat maka hubungan antar sel-sel otak tersebut. Semakin kompleks dan kuat hubungan antar sel-sel otak, maka semakin tinggi dan bervariasi kecerdasan anak di kemudian hari, bila dikembangkan terus menerus, sehingga anak akan mempunyai banyak variasi kecerdasan (multiple inteligensia).

Bagaimana cara merangsang kecerdasan multipel ?

Untuk merangsang kecerdasan berbahasa verbal ajaklah bercakap-cakap, bacakan cerita berulang-ulang, rangsang untuk berbicara dan bercerita, menyanyikan lagu anak-anak dll.

Latih kecerdasan logika-matematik dengan mengelompokkan, menyusun, merangkai, menghitung mainan, bermain angka, halma, congklak, sempoa, catur, kartu, teka-teki, puzzle, monopoli, permainan komputer dll.

Kembangkan kecerdasan visual-spatial dengan mengamati gambar, foto, merangkai dan membongkar lego, menggunting, melipat, menggambar, halma, puzzle, rumah-rumahan, permainan komputer dll.

Melatih kecerdasan gerak tubuh dengan berdiri satu kaki, jongkok, membungkuk, berjalan di atas satu garis, berlari, melompat, melempar, menangkap, latihan senam, menari, olahraga permainan dll.

Merangsang kecerdasan musikal dengan mendengarkan musik, bernyanyi, memainkan alat musik, mengikuti irama dan nada.

Melatih kecerdasan emosi inter-personal dengan bermain bersama dengan anak yang lebih tua dan lebih muda, saling berbagi kue, mengalah, meminjamkan mainan, bekerjasama membuat sesuatu, permainan mengendalikan diri, mengenal berbagai suku, bangsa, budaya, agama melalui buku, TV dll.

Melatih kecerdasan emosi intra-personal dengan menceritakan perasaan, keinginan, cita-cita, pengalaman, berkhayal, mengarang ceritera dll.

Merangsang kecerdasan naturalis dengan menanam biji hingga tumbuh, memelihara tanaman dalam pot, memelihara binatang, berkebun, wisata di hutan, gunung, sungai, pantai, mengamati langit, awan, bulan, bintang dll.

Bila anak mempunyai potensi bawaan berbagai kecerdasan dan dirangsang terus menerus sejak kecil dengan cara yang menyenangkan dan jenis yang bervariasi maka anak kita akan mempunyai kecerdasan yang multipel.


Bagaimana cara mengembangkan kreativitas anak ?

Kreativitas dibutuhkan oleh manusia untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari. Kreativitas harus dikembangkan sejak dini. Banyak keluarga yang tidak menyadari bahwa sikap orangtua yang otoriter (diktator) terhadap anak akan mematikan bibit-bibit kreativitas anak, sehingga ketika menjadi dewasa hanya mempunyai kreativitas yang sangat terbatas.

Bagaimana peran orangtua utk mengembangkan kreativitas anak ?

Kreativitas anak akan berkembang jika orangtua selalu bersikap otoritatif (demokratik), yaitu : mau mendengarkan omongan anak, menghargai pendapat anak, mendorong anak untuk berani mengungkapkannya. Jangan memotong pembicaraan anak ketika ia ingin mengungkapkan pikirannya. Jangan memaksakan pada anak bahwa pendapat orangtua paling benar, atau melecehkan pendapat anak

Orangtua harus mendorong anak untuk berani mencoba mengemukakan pendapat, gagasan, melakukan sesuatu atau mengambil keputusan sendiri (asalkan tidak membahayakan atau merugikan oranglain atau diri sendiri). Jangan mengancam atau menghukum anak kalau pendapat atau perbuatannya dianggap salah oleh orangtua. Anak tidaklah salah, mereka umumnya belum tahu, dalam tahap belajar. Oleh karena itu tanyakan mengapa mereka berpendapat atau berbuat demikian, beri kesempatan untuk mengemukan alasan-alasan. Berikanlah contoh-contoh, ajaklah berpikir, jangan didikte atau dipaksa, biarkan mereka yang memperbaikinya dengan caranya sendiri. Dengan demikian tidak mematikan keberanian mereka untuk mengemukakan pikiran, gagasan, pendapat atau melakukan sesuatu.

Selain itu orangtua harus mendorong kemandirian anak dalam melakukan sesuatu, menghargai usaha-usaha yang telah dilakukannya, memberikan pujian untuk hasil yang telah dicapainya walau sekecil apapun. Cara-cara ini merupakan salah satu unsur penting pengembangan kreativitas anak.

Keluarga harus merangsang anak untuk tertarik mengamati dan mempertanyakan tentang berbagai benda atau kejadian disekeliling kita, yang mereka dengar, lihat, rasakan atau mereka pikirkan dalam kehidupan sehari-hari. Orangtua harus menjawab dengan cara menyediakan sarana yang semakin merangsang anak berpikir lebih dalam, misalnya dengan memberikan gambar-gambar, buku-buku. Jangan menolak, melarang atau menghentikan rasa ingin tahu anak, asalkan tidak membahayakan dirinya atau orang lain.

Orangtua harus memberi kesempatan anak untuk mengembangkan khayalan, merenung, berfikir dan mewujudkan gagasan anak dengan cara masing-masing. Biarkan mereka bermain, menggambar, membuat bentuk-bentuk atau warna-warna dengan cara yang tidak lazim, tidak logis, tidak realistis atau belum pernah ada. Biarkan mereka menggambar sepeda dengan roda segi empat, langit berwarna merah, daun berwarna biru. Jangan banyak melarang, mendikte, mencela, mengecam, atau membatasi anak. Berilah kebebasan, kesempatan, dorongan, penghargaan atau pujian untuk mencoba suatu gagasan, asalkan tidak membahayakan dirinya atau orang lain.

Semua hal-hal tersebut akan merangsang perkembangan fungsi otak kanan yang penting untuk kreativitas anak yaitu: berfikir divergen (meluas), intuitif (berdasarkan intuisi), abstrak, bebas, simultan.

Ringkasan 
  1. Jika menginginkan anak dengan kecerdasan multipel harus dilakukan perangsangan sejak bayi setiap hari pada semua sistem indera (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan), dengan mengajak berbicara, bermain untuk merangsang perasaan dan pikiran, merangsang gerak kasar dan halus pada leher, tubuh, kaki, tangan dan jari-jari. 
  2. Cara melakukan stimulasi harus disesuaikan dengan umur dan tahapan tumbuh -kembang anak. Stimulasi dilakukan setiap kali ada kesempatan berinteraksi dengan bayi/balita, misalnya ketika memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, di dalam kendaraan, menjelang tidur, atau kapanpun dan dimanapun ketika anda dapat berinteraksi dengan balita anda. Selanjutnya dapat ditambah melalui Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak dan sejenisnya. 
  3. Stimulasi harus dilakukan dalam suasana yang menyenangkan, yaitu pola asuh yang otoritatif (demokratik).
    Artinya : pengasuh harus peka terhadap isyarat-isyarat bayi, memperhatikan minat, keinginan atau pendapat anak, tidak memaksakan kehendak pengasuh, penuh kasih sayang, dan kegembiraan, menciptakan rasa aman dan nyaman, memberi contoh tanpa memaksa, mendorong keberanian untuk mencoba berkreasi, memberikan penghargaan atau pujian atas keberhasilan atau perilaku yang baik, memberikan koreksi bukan ancaman atau hukuman bila anak tidak dapat melakukan sesuatu atau ketika melakukan kesalahan.
  4. Pola asuh otoritatif penting untuk mengembangkan kreativitas anak.
    Dengarkan omongan anak, dorong anak untuk berani mengucapkan pendapatnya, hargai pendapat anak, jangan memotong pembicaraan anak, jangan memaksakan pendapat orangtua atau melecehkan pendapat anak.
    Rangsanglah anak untuk tertarik mengamati dan mempertanyakan tentang berbagai hal dilingkungannya, beri kebebasan dan dorongan untuk mengembangkan khayalan, merenung, berfikir, mencoba dan mewujudkan gagasan. Berikan pujian untuk hasil yang telah dicapainya walau sekecil apapun.
    Jangan menghentikan rasa ingin tahu anak, jangan banyak mengancam atau menghukum, beri kesempatan untuk mencoba, asalkan tidak membahayakan dirinya atau orang lain.

Penulis : Soedjatmiko

Friday, 4 February 2011

Wednesday, 2 February 2011

Pilihan Produk

Hallo Balita
A). Hallo Balita Membantu orang tua dalam mengoptimalkan masa keemasan anak. Terdiri dari 25 buku cerita anak ( 9 buku melatih kebiasaan dan kemandirian anak + 11 buku melatih moral + 5 buku untuk melatih dan menumbuhkan keimanan anak). Read More....
____________________________________________

  
Ensiklopedia Bocah Muslim
 B). Ensiklopedi Bocah Muslim Merupakan Ensiklopedi anak muslim Indonesia pertama.
Berisi pengetahuan dasar yang dibutuhkan anak, (yang disajikan dalam bentuk yang menarik.). Dirancang khusus untuk mengembangkan IQ, EQ dan SQ, terdiri dari 15 jilid masing-masing membahas tema tertentu. Read  More....
____________________________________________



I Love My Alquran
C). I Love My Al-Quran Mengajak buah hati Anda untuk belajar Al-Quran dengan cara asyik dan menyenangkan. Produk ini membantu mengembangkan kecerdasan majemuk mereka. Sebab I Love My Al-Quran menyampaikan pesan-pesan melalui bahasa visual yang sangat menarik dan bahasa teks untuk anak yang komunikatif. Read More....


____________________________________________


Nabiku Idolaku
D). Nabiku Idolaku, adalah salah satu produk dari Pelangi Mizan yang sarat dengan ilmu pengetahuan yang disampaikan melalui berbagai media, seperti teks, gambar, music, permainan, dan audio. Media-media tersebut merupakan sarana untuk mengembangkan kecerdasan majemuk anak. Read More....





______________________________________________



Confidence in Science
E). Buku Confidence In Science, adalah Buku sains populer untuk anak-anak dengan format yang mudah difahami, Disajikan dalam bentuk cerita, dan informasi sains yang mudah dicerna dalam bentuk visual yang menarik.dilengkapi illustrasi kelas dunia, dan komik yang lucu. Struktur penyajian buku yang memungkinkan anak-anak untuk memelajari sains dengan cara mandiri .. Read More....




_______________________________________________________________


Buku Busa Balita
F). Buku Busa Balita, adalah Buku Busa yang bertema gambar -gambar yang bisa menjadikan Anak usia BATITA lebih menyukai membaca.. Read More....





_______________________________________________________

Ensiklopedi Muhammad
G). Ensiklopedi Muhammad, adalah Ensiklopedi terlengkap seputar Muhammad Saw. Disajikan secara kronologis dan tematis. Diperkaya dengan fakta & data aktual, peta, tabel, bagan, timeline, ilustrasi, dll. Read More....




______________________________________________________ 

Atlas Budaya Islam
H). Atlas Budaya Islam Buku yang secara komprehensif dan sistematis mampu memandu para pembacanya dalam menjelajah khasanah gemilang peradaban Islam. Buku ini bagaikan peta hidup yang merekam dan menampilkan Islam secara dinamis.
Terdiri dari 23 tema
Jazirah Arab: Latar belakang geografis—Bahasa & Sejarah—Agama dan Budaya—Intisari peradaban Islam—Al Quran—Sunnah—Lembaga—Seni—Dakwah Islam—Penyebaran Islam—Ilmu-ilmu Metodologi—Il-ilmu Al Quran—Ilmu-ilmu Hadits—Hukum—Kalam (Teologi)—Tashawuf (Mistisme)—Filsafat Hellenistis—Tatanan Alam—Seni Sastra—Kaligrafi—Ornamentasi dalam Seni Islam—Seni Ruang—Seni Suara
. Read More....

 ____________________________________________ 


Karikatur Afirmasi
 I). Karikatur Afirmasi, Ayah bunda, umi abi satu lagi yang baru dari Buku Anak & Balita , kami memfasilitasi ayah bunda yang ingin mengafirmasi buah hati untuk mencoba mewujudkan mimpi dimasa depan. Kami menyediakan layanan pembuatan karikatur afirmasi yang sangat cocok sebagai hadiah ulang tahun maupun cendramata yang special bagi buah hati tercinta. Baca Selengkapnya....
 

____________________________________________ 

Tafsir Al Quran Al Misbah
J). Tafsir Al Quran Al Misbah, Al-Misbah merupakan tafsir Al-Qur'an lengkap 30 juz yang ditulis oleh ahli tafsir terkemuka Indonesia : Prof. Dr. M. Quraisy Shihab, dan dituangkan ke dalam 15 volume buku.

Keindonesiaan penulis memberi warna yang menarik dan khas serta sangat relevan untuk memperkaya khasanah pemahaman dan penghayatan kita terhadap rahasia makna ayat-ayat Allah. Baca Selengkapnya....




Untuk Info dan Pemesanan silahkan menghubungi :

Hp : 081322263085
email : rini.aldo@gmail.com

Monday, 31 January 2011

Halo Balita


  Masa balita adalah masa keemasan . 
Masa ini merupakan waktu ideal untuk mempelajari keterampilan dasar, membentuk kebiasaan-kebiasaan, serta memperoleh konsep dasar yang berpengaruh pada masa kehidupan selanjutnya.

 
Paket buku Halo Balita membantu anak Anda menjalani masa keemasan tersebut.


-   Petunjuk untuk orangtua memberikan gambaran tentang tujuan dari cerita yang akan disampaikan pada buku ini. Pada bagian ini, juga disajikan tips-tips praktis untuk orangtua yang dapat diterapkan dalam melakukan pendampingan kepada anak sesuai dengan tema yang disampaikan.
-   Halaman interaktif menyediakan bagian yang bisa dibuka-tutup. Mengajak anak berinteraksi dengan buku, serta membantu menguatkan kesan anak terhadap cerita yang disampaikan.Setiap halaman dirancang agar anak mudah menangkap informasi yang disampaikan. Cerita disampaikan dengan kalimat-kalimat pendek dan pemilihan kata yang sederhana . Gambar ditampilkan dalam bentuk dan warna yang nyaman untuk anak-anak.
-   Dus kemasan bisa dipergunakan sebagai panggung boneka. Permainan boneka ini merupakan bagian dari proses penguatan kesan anak terhadap cerita yang disampaikan.
   
    9 Jilid SELF HELP
    Jilid-jilid yang dikelompokkan ke dalam kelompok self help ini, berisi cerita-cerita yang membantu anak untuk mempelajari keterampilan dasar, membentuk kebiasaan-kebiasaan, serta mendorong sikap mandiri.
    - Aku Bisa Makan Sendiri
    - Aku Bisa Mandi Sendiri
    - Aku Bisa Pakai Baju Sendiri
    - Aku Berani Tidur Sendiri
    - Aku Bisa Merapikan Mainan Sendiri
    - Aku Suka Buku
    - Aku Selalu Hati-hati
    - Aku Berani ke Dokter
    - Aku Senang Keliling Kota
    
    5 Jilid SPIRITUAL
    Topik ini melatih anak melakukan aktivitas yang merupakan pengembangan awal keyakinannya dalam kehidupan beragama, membantu anak mengenal nilai-nilai dasar agama serta praktik-praktik ibadah. 
    -  Aku Sayang Allah
    -  Aku Sayang Rasulullah
    -  Aku Bisa Wudhu dan Shalat
    -  Aku Belajar Puasa
    -  Aku Cantik Pake Jilbab




   11 Jilid VALUE
    Jilid-jilid pada kelompok value ini, berisi cerita-cerita yang mendorong anak untuk menginternalisasi nilai moral, seperti menghormati orang tua, menyayangi sesama, sikap sabar dan sopan santun.
    -  Aku Suka Menabung
    -  Aku Anak Jujur
    -  Aku Anak Pemberani
    -  Aku Belajar Membuang Sampah
    -  Aku Sayang Teman
    -  Aku Sayang Bibi
    -  Aku Anak Santun
    -  Aku Sayang Keluargaku
    -  Aku Anak Sabar
    -  Aku Suka Berterima Kasih
    -  Aku Sayang Mio
   + 1 Jilid Panduan Untuk Orangtua
   Petunjuk penggunaan buku Halo Balita . Informasi penting tentang dunia balita. Tips-tips praktis seputar keayahbundaan.
         Tunggu Apa Lagi ?
         Segera ORDER dan miliki buku Halo Balita ! 
          Dengan investasi sebesar : Rp 1.950.000,- Rp 1.560.000,- , 
anda akan mendapatkan 1 set paket Buku Halo Balita. 
          Terdiri dari : 25 Jilid + 1 Jilid Panduan Untuk Orang Tua, 
Bonus : 3 buah Boneka Tangan, Ukuran :18 x 16. Hardcover.
Kertas Isi Dupleks Tebal.
Atau bisa juga pembayaran via angsuran* adapun syarat dan ketentuan berlaku



Pribadi Muslim Berprestasi

Sekira kita hendak berbicara tentang Islam dan kemuliaan ternyata tidaklah cukup hanya berbicara mengenai ibadah ritual belaka. Tidaklah cukup hanya berbicara seputar shaum shalat zakat dan haji. Begitupun jikalau kita berbicara tentang peninggalan Rasulullah SAW maka tak cukup hanya mengingat indah senyum beliau tak hanya sekedar mengenang keramah-tamahan dan kelemah-lembutan tutur kata tetapi harus kita lengkapi pula dgn bentuk pribadi lain dari Rasulullah yaitu : beliau adl orang yg sangat menyukai dan mencintai prestasi! Hampir tiap perbuatan yg dilakukan Rasulullah SAW selalu terjaga mutunya. Begitu mempesona kualitasnya. Shalat beliau adl shalat yg bermutu tinggi shalat yg prestatif khusyuk namanya. Amal-amal beliau merupakan amal-amal yang terpelihara kualitas bermutu tinggi ikhlas namanya. Demikian juga keberanian tafakur dan aneka kiprah hidup keseharian lainnya. Seluruh senantiasa dijaga utk suatu mutu yg tertinggi.

Ya beliau adl pribadi yg sangat menjaga prestasi dan mempertahankan kualitas terbaik dari apa yg sanggup dilakukannya. Tidak heran kalau Allah Azza wa Jalla menegaskan “Sesungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yg baik bagimu bagi orang-orang yg mengharap rahmat Allah ..” Kalau ada yg berta mengapa sekarang umat Islam belum ditakdirkan unggul dalam kaitan kedudukan sebagai khalifah di muka bumi ini? Seandai kita mau jujur dan sudi merenung mungkin ada hal yg tertinggal di dalam menyuritauladani pribadi Nabi SAW. Yakni kita belum terbiasa dgn kata prestasi. Kita masih terasa asing dgn kata kualitas. Dan kita pun kerapkali terperangah manakala mendengar kata unggul. Padahal itu merupakan bagian yg sangat penting dari peninggalan Rasulullah SAW yg diwariskan utk umat hingga akhir zaman.

Akibat tak terbiasa dgn istilah-istilah tersebut kita pun jadi tak lagi merasa bersalah andaikata tak tergolong menjadi orang yg berprestasi. Kita tak merasa kecewa ketika tak bisa memberikan yg terbaik dari apa yg bisa kita lakukan. Lihat saja shalat dan shaum kita yg merupakan amalan yg paling pokok dalam menjalankan syariat Islam. Kita jarang merasa kecewa andaikata shalat kita tak khusyuk. Kita jarang merasa kecewa manakala bacaan kita kurang indah dan mengena. Kita pun jarang kecewa sekira shaum Ramadhan kita berlalu tanpa kita evaluasi mutunya.
Kita memang banyak melakukan hal-hal yg ada dalam aturan agama tetapi kadang-kadang tak tergerak utk meningkatkan mutu atau minimal kecewa dengan mutu yg tak baik. Tentu saja tak semua dari kita yg memiliki kebiasaan kurang baik semacam ini. Akan tetapi kalau berani jujur mungkin kita termasuk salah satu diantara yg jarang mementingkan kualitas.

Padahal adl sudah merupakan sunnatullah bahwa yg mendapatkan predikat terbaik hanyalah orang-orang yg paling berkualitas dalam sisi dan segi apa yang Allah takdirkan ada dalam episode kehidupan dunia ini. Baik dalam urusan duniawi maupun ukhrawi Allah Azza wa Jalla selalu mementingkan penilaian terbaik dari mutu yg bisa dilakukan.

Misal saja shalat “Qadaflahal mu’minuun. Alladziina hum fii shalaatihim” . Amat sangat berbahagia serta beruntung bagi orang yang khusyuk dalam shalatnya. Arti shalat yg terpelihara mutu yg dilakukan oleh orang yg benar-benar menjaga kualitas shalatnya. Sebalik “Fawailullilmushalliin. Alladziina hum’an shalatihim saahuun” {QS. Al Maa’uun (107) : 4-5}. Kecelakaanlah bagi orang-orang yg lalai dalam shalatnya! Amal baru diterima kalau benar-benar bermutu tinggi ikhlasnya. Allah Azza wa Jalla berfirman “Padahal mereka tak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam agama dgn lurus dan supaya mereka mendirikan shalat serta menunaikan zakat dan yg demikian itulah agama yg lurus” . Allah pun tak memerintahkan kita kecuali menyempurnakan amal-amal ini semata-mata krn Allah. Ada riya sedikit saja pahala amalan kita pun tak akan diterima oleh Allah Azza wa Jalla. Ini dalam urusan ukhrawi.
Demikian juga dalam urusan duniawi produk-produk yg unggul selalu lbh mendapat tempat di masyarakat. Lebih mendapatkan kedudukan dan penghargaan sesuai dgn tingkat keunggulannya. Para pemuda yg unggul juga bisa bermanfaat lbh banyak daripada orang-orang yg tak memelihara dan meningkatkan mutu keunggulannya.

Pendek kata siapapun yg ingin memahami Islam secara lbh cocok dgn apa-apa yg telah dicontohkan Rasul maka bagian yg harus menjadi pedoman hidup adl bahwa kita harus tetap tergolong menjadi orang yg meni’mati perbuatan dan karya terbaik yg paling berkulitas. Prestasi dan keunggulan adalah bagian yg harus menjadi lekat menyatu dalam perilaku kita sehari-hari.

Kita harus meni’mati karya terbaik kita ibadah terbaik kita serta amalan terbaik yg harus kita tingkatkan. Tubuh memberikan karya terbaik sesuai dgn syariat dunia sementara hati memberikan keikhlasan terbaik sesuai dgn syariat agama. Insya Allah di dunia kita akan memperoleh tempat terbaik dan di akhirat pun mudah-mudahan mendapatkan tempat dan balasan terbaik pula.

Tubuh seratus persen bersimbah peluh berkuah keringat dalam memberikan upaya terbaik otak seratus persen digunakan utk mengatur strategi yg paling jitu dan paling mutakhir dan hati pun seratus persen memberikan tawakal serta ikhlas terbaik maka kita pun akan puas menjalani hidup yg singkat ini dgn perbuatan yg Insya Allah tertinggi dan bermutu. Inilah justru yg dikhendaki oleh Al Islam yg telah dicontohkan Rasulullah SAW yg mulia para sahabat yang terhormat dan orang-orang shaleh sesudahnya.

Oleh sebab itu bangkitlah dan jangan ditunda-tunda lagi utk menjadi seorang pribadi muslim yg berprestasi yg unggul dalam potensi yg telah dianugerahkan Allah SWT kepada tiap diri hamba-hambanya. Kitalah sebenar yang paling berhak menjadi manusia terbaik yg mampu menggenggam dunia ini daripada mereka yg ingkar tak mengakui bahwa segala potensi dan kesuksesan itu adl anugerah dan karunia Allah SWT Zat Maha Pencipta dan Maha Penguasa atas jagat raya alam semesta dan segala isi ini! Ingat wahai hamba-hamba Allah “Kamu adl umat terbaik yg dilahirkan utk manusia menyuruh yg ma’ruf dan mencegah yg munkar dan beriman kepada Allah ..!’ .
{Sumber : Tabloid MQ EDISI 07/TH.1/NOVEMBER 2000}
 

Sample text

Sample Text

Sample Text