Saat anak mulai menginjak usia 2 tahun, biasanya orang tua akan sibuk berdebat mengenai perlunya memasukkan buah hati mereka ke playgroup atau tidak. Pertimbangannya bisa bermacam-macam, seperti usia anak yang masih terlalu dini untuk mulai berkenalan dengan lembaga sekolah paling dasar tersebut atau juga pertimbangan lainnya seperti keuangan, jarak playgroup yang jauh serta psikologi si anak.
Tetapi untuk mengetengahi perdebatan bunda dan ayah, alasan-alasan seperti kedua orang tua yang sibuk bekerja, minimnya teman bermain anak di lingkungan rumah dan tidak memiliki pengasuh yang tepat untuk anak, dapat dijadikan acuan untuk memasukkan anak ke playgroup.
Saat ini terdapat beragam playgroup yang dapat bunda pilih untuk si buah hati tercinta, dari yang berbau internasional dengan sistem berstandar luar, atau yang asli buatan dalam negeri yang menggabungkan sistem lokal dengan sistem internasional, sampai yang gratis dan dikelola oleh pejabat di lingkungan perumahan bunda.
Banyaknya pilihan terkadang membuat bingung para orangtua, untuk membantu bunda dalam memilih playgroup yang tepat guna memberikan bekal yang optimal bagi perkembangan anak, maka kami sajikan uraian berikut ini. Mudah-mudahan tips yang disajika dapat dimanfaatkan sebagai panduan dalam menentukan pilihan playgroup bagi buah hati tercinta :
Pilihlah playgroup yang lebih menekankan pada life skill
Seperti belajar membagi, bekerja sama dengan teman, mampu memahami perasaan orang lain serta mampu mengendalikan emosi. Sebagai langkah awal, sepatutnya playgroup lebih dititik beratkan pada kegiatan bermain yang bertujuan untuk merangsang tumbuh kembang anak dan bukan pada academic skill
Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai playgroup yang dituju,
bisa dari teman juga kerabat atau dari media yang lain guna memastikan apakah playgroup tersebut memenuhi standar kriteria playgroup yang baik.
Cari tahu tentang para tenaga pengajar yang dimiliki oleh playgroup tersebut.
Hal tersebut guna meyakinkan diri telah menitipkan anak bersama orang yang tepat, yaitu guru yang dapat benar-benar mengerti pertumbuhan anak, dapat berinteraksi dengan baik, ramah, mampu memberikan rangsangan kepada anak, serta dapat memberikan pendidikan emosi dan sosialisasi dengan baik.
Pilih playgroup dengan konsep taman bermain dan bukan "sekolah".
Oleh karena itu, pilihlah playgroup yang benar-benar mengerti akan hal ini. Fasilitas bermain yang lengkap juga akan mendukung daya kreatifitas anak agar lebih tingi.
Pilihlah playgroup terdekat dari rumah
Jarak tempuh yang terlalu jauh terkadang bisa menyurutkan semangat belajar anak karena ia merasa lelah saat sampai di sekolah dan tidak jenuh sepanjang perjalanan.
Hindari gengsi dan pilihlah playgroup yang sesuai dengan kemampuan finansial
Playgroup yang mahal bukanlah satu-satunya jaminan untuk menjadikan anak bibit yang unggul.
Monday, 6 June 2011
Bagaimana Cara Membuat Anak Ketagihan Belajar ?
Nah, ini adalah tema yang sering ditunggu-tunggu oleh orangtua dan juga sering banyak dikeluhkan orangtua. “Kenapa anak saya ngga senang belajar, maen aja seharian”, keluh seorang Ibu yang hadir diseminar saya. Para pembaca, percayakah Anda bahwa kehidupan sejati kita manusia adalah seorang pembelajar? Tapi kita sering memberikan perlakuan yang tidak menyenangkan saat anak belajar (secara tidak sadar) bahkan dulu kita pun mungkin diberikan stimulasi yang salah sehingga belajar itu tidak menyenangkan.
Berikutnya adalah tips bagaimana agar, anak kita menjadi rajin dan mudah sekali belajar dan sekolah.
Misalnya, saat anak kita bayi dan berumur 1 tahun. Dia ingin memasukan semua barang yang dapat ia pegang ke dalam mulutnya, benar? Nah yang kebanyakan orang lakukan saat itu adalah berkata “eh… itu kotor, ngga boleh” sambil menarik barang tersebut. Sebenarnya ini adalah perilaku dasar pada saat seorang anak belajar. Kemudian saat dia mulai bisa berjalan, mulai ingin tahu lebih banyak tentang lingkungan sekitar, semakin banyak larangan yang dikeluarkan oleh orangtua ataupun pengasuh. Mungkin karena lelah menjaga anak seharian, sehingga banyak larangan yang dikeluarkan. Padahal ini adalah keinginan mereka untuk tahu (belajar) lebih banyak, mengisi database di otaknya yang masih kosong dan perlu diisi.
Saat mulai bisa berbicara, bertanya ini dan itu. “Ini apa? Kenapa?” Jawaban yang diterima “lha tadi sudah tanya, tanya lagi dasar cerewet” mungkin saat itu pengasuh dan orangtua sedang lelah juga saat menjaganya sehingga malas dan capek untuk memberikan penjelasan dan ini adalah proses belajar seorang anak. Ada barang baru dirumah dan anak ingin memegangnya atau mengetahui lebih dekat, maka kita orangtua dan pengasuhnya menjauhkan barang tersebut darinya, dengan dalih nanti rusak karena barang mahal.
Dari sepenggal contoh diatas dimana ini adalah pengalaman nyata dari saya dan beberapa klien, siapakah yang membuat anak menjadi malas belajar?
Berikutnya ada seorang anak berusia 8 tahun, sebut saja Aji. Orangtuanya sangat mengeluhkan, bahwa anaknya tidak suka belajar dan sudah mendapat peringatan dari gurunya jika tidak ada perubahan sikap maka kemungkinan besar Aji tidak naik kelas. Saat bertemu, saya yakin Aji adalah anak yang luar biasa. Sesaat saya bertanya tentang hobi dan kesukaannya saat bermain, dengan cepat saya mengetahui anak ini luar biasa. Sebab setelah saya Tanya tentang hobinya ternyata sepak bola, dan tim kegemarannya adalah Arsenal (Liga Inggris). Dan Aji, hafal seluruh pemain inti dan cadangan Arsenal, berikut pelatih dan asistennya serta nomor punggung pemain, tanggal ulang tahun pemain serta daftar pencetak goal dan assist (pemberi umpan) dan point klasemen liga dan urutannya. Gila, luar biasa! (dalam hati saya) Ngga ada yang salah sama hardware (otaknya), tapi masalahnya sama Software.
Satu orang anak yang sama, otaknya kalau dibuat belajar pelajaran disekolah tidak berfungsi (berhitung, menghafal) tetapi hafal seluruh pemain Arsenal. Apa anak ini bodoh? Tentunya Anda sepaham dengan saya, jawabanya adalah tidak. Anak ini pandai luar biasa. Hanya saja salah perlakuan sehingga ia malas dan tidak suka belajar.
Lalu apa yang saya lakukan untuk mengubah agar software menjadi baik dan membuat anak ini agar mudah belajar? Yang saya perbaiki orangtuanya dahulu, sebab untuk anak seusia Aji, jika terdapat masalah dalam hidupnya berarti orangtua yang akan bantu (untuk menjadi terapis) untuk atasi masalah anak tersebut. Saya mengajarkan bagaimana berkomunikasi dengan anak dan sifat dari pikiran anak, serta pentingnya menomor satukan cinta dalam mendidik anak, yang semuanya akan sangat panjang jika saya jelaskan disini.
Berikutnya adalah tips bagaimana agar, anak kita menjadi rajin dan mudah sekali belajar dan sekolah.
- Saat pulang sekolah tanyakan “hai sayang, apa yang menyenangkan hari ini disekolah?” Otomatis otak anak akan mencari hal-hal yang menyenangkan disekolah dan ini secara tidak langsung akan memberitahu sang anak bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan.
- Saat anak tidur (Hypnosleep), katakan “makin hari, belajar makin menyenangkan”, “sama halnya dengan bermain, belajar juga sangat menyenangkan”, “mudah sekali bagimu untuk belajar (berhitung, menghafal dll)”.
- Jelaskan manfaat dari pelajaran yang sedang dipelajari (sesuai dengan minat anak tersebut) misal: dengan mempelajari perkalian, maka saat liburan naik kelas nanti nanti kamu bisa menghitung berapa harga barang yang akan kamu beli di Singapore. Dan kamu bisa membandingkannya dengan harga di Indonesia. Jika kamu menguasai conversation dalam bahasa inggris maka kamu akan sangat mudah berkomunikasi dengan pelatih sepak bolamu yang dari Thailand.
- Mintalah guru les pelajarannya (jika ada), sering-sering mengatakan bahwa anak kita adalah anak yang hebat dan luar biasa. Pujian yang tulus dan memompa semangatnya jauh lebih penting dari pada mengajarkan tehnik-tehnik berhitung dan menghafal yang cepat. Mintalah bantuan orang-orang sekitar termasuk guru untuk meningkatkan harga diri anak kita.
- Jika anak kita masih kecil dan masih suka dibacakan dongeng, bacakan dongeng dengan posisi memangku dia (dengan posisi yang nyaman, serta memudahkan kita orangtua untuk memberikan ciuman kasih sayang atau pelukan sayang) tujuannya agar anak mengkaitkan membaca buku dengan rasa cinta dari orangtua dan buku adalah hal yang sangat menyenangkan.
- Gunakan surat rahasia dari orangtua kepada anak, kita bisa berkata “nak, Ibu telah meletakan surat rahasia buat kamu. Cuma kamu dan ibu yang tahu isinya. Ibu letakan dibawah bantal tidurmu, bacalah setelah makan ya”. Isinya bisa berupa kata-kata yang menyemangati anak dalam kegiatan belajar dan sekolahnya.
Motivasi Anak dengan Hipnotis ( Hypnosleep )
Ada banyak cara untuk motivasi Anak Anda untuk melakukan hal-hal yang Anda perintahkan atau kebiasaan-kebiasaan baik yang ingin Anda tanamkan semenjak dini, antara lain:
Semoga sukses motivasi anak
- Memberikan Contoh Kebiasaan Baik oleh Orang Tua
- Dengan memberikan permainan yang edukatif sejak dini.
- Dengan memberi pujian yang wajar terhadap setiap hasil karya anak.
Motivasi anak dengan hypnosleep
Selain cara cara diatas Anda bisa menggunakan teknik Hypnosleep untuk motivasi Anak Anda. HypnoSleep adalah kondisi hipnosis yang dihasilkan dari kondisi tidur. Sebelumnya Anda sudah pernah belajar cara menghipnotis orang dari kondisi sadar. Nah, sekarang Anda belajar menghipnotis untuk motivasi anak anda dari kondisi tidur. Keuntungan dari teknik HypnoSleep antara lain:- Tidak perlu pre-talk.
- Subyek tidak perlu memenuhi tiga syarat hipnosis (bersedia, percaya dan tidak takut).
- Subyek tidak tahu kalau dirinya dihipnotis ketika tidur (amnesia spontan).
Teknik motivasi anak dengan Hypnosleep
Pertama, biarkan anak Anda tidur sampai benar-benar nyenyak seperti biasa. Masuk ke kamar anak dan duduk di samping anak Anda dengan tenang. Katakan seperti ini:Ini Ayah di samping kamu. Kamu tidur saja dengan nyenyak dan dengarkan suara Ayah. Kamu dengar suara ayah tetapi kamu tidak bisa bangun. Kalau kamu mendengar suara ayah, gerakkan jari kamu yang ini sekarang (sentuh salah satu jari anak Anda).Jika dia belum menggerakkan jarinya, ganggu sedikit tidurnya dengan mengelus dahi atau pundak anak Anda dengan lembut. Hati-hati, jangan sampai terbangun. Kemudian ulangi sugesti untuk motivasi anak seperti di atas sampai anak Anda menggerakkan jarinya. Ketika anak Anda sudah menggerakkan jarinya, lanjutkan dengan:
Bagus, kamu tidur saja dengan nyenyak sambil mendengarkan suara Ayah. Ayah ingin menyampaikan beberapa pesan kepada kamu. Pesan yang sangat penting dan bermanfaatuntuk kamu. Pesan ini Ayah sampaikan karena Ayah sayang kepada kamu dan karena Ayah ingin kamu menjadi anak baik. (Lanjutkan memberi saran sesuai kebutuhan.)Setelah selesai memberi saran, ucapkan sugesti:
Jika kamu paham maksud Ayah, gerakkan jari kamu yang ini (sentuh salah satu jarinya). Bagus, sekarang kamu boleh lanjutkan tidur dengan nyenyak.Anda bisa mengucapkan apa saja yang menurut Anda perlu untuk disampaikan kepada anak. Yang penting Anda perhatikan aturan menyusun sugesti. Jika pada hari pertama setelah Anda melakukan teknik HypnoSleep, Anda belum melihat perubahan, maka ulangi lagi sugesti yang sama pada malam berikutnya. Apabila satu sugesti berhasil dilaksanakan oleh anak Anda, maka sugesti selanjutnya akan lebih mudah dan lebih cepat berpengaruhnya.
Semoga sukses motivasi anak
3 Penyebab Perilaku Anak Usia Dini Diluar Kebiasaan..
Seringkali kita menghadapi perilaku Anak kita yang diluar kebiasaan, seperti menampilkan agresi, menggigit, memukul, rengekan yang berlebihan, mengamuk dan perilaku-prilaku yang di luar kendali. Banyak sekali yang mengatakan hal tersebut disebut sebagai perilaku buruk atau perilaku menyimpang, saya lebih memilih memilih perilaku tersebut sebagai perilaku menantang (challenging behavior). karena dibalik perilaku anak kita sebenarnya banyak faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhinya. Jadi kalau di blog ini saya sebut perilaku menantang atau challenging behavior, Anda sudah mengerti maksud saya.
Mengahadapi perilaku anak yang menantang ternyata kita selama ini seringkali salah dalam bertindak, karena kita secara tidak sadar sebagian besar apa yang kita lakukan sebenarnya bukan merespon terhadap penyebab sebenarnya dari perilaku anak melainkan reaksi yang dilandasi oleh emosi dan ketidak mau tahuan terhadap Apa yang terjadi. Ya…reaksi kita apalagi kalu kita sedang capek atau emosi tinggi, sering kali kita tidak memahami mengapa anak kita melakukan perilaku menantang atau diluar kebiasaan.
3 Alasan Perilaku Anak di Luar Kebiasaan
Berikut 3 Alasan Perilaku Menantang pada Anak kita. Pahami betul dan berikan respon sesuai dengan penyebabnya.
- Anak Anda memiliki kebutuhan yang sah yang tidak terpenuhi, seperti makanan, air, perhatian, kedekatan, rasa memiliki, rasa hormat, istirahat, kasih sayang, latihan, stimulasi, belajar, dll
- Anak Anda tidak memiliki cukup informasi atau pemahaman tentang situasi. Dia mungkin terlalu muda untuk memahami atau ingat aturan. Oleh karena itu ia mungkin membutuhkan lebih banyak komunikasi atau pendidikan tentang hal itu.
- Anak Anda mungkin memiliki akumulasi stres dari masa lalu, dan karena itu tidak mampu berpikir jernih. Dia mungkin mengalami emosi yang kuat, ia mungkin takut, marah, marah, kecewa, tidak aman, dll
Tanyakan pada diri sendiri tiga pertanyaan diatas agar membebaskan diri Anda dari model pengasuhan yang reaktif dan merespon lebih cerdas dan elegan untuk anak Anda dengan memahami alasan sebenarnya mengapa ia menunjukkan perilaku menantang. Dengan demikian kita akan bisa merespon sesuai dengan kebutuhan Anak kita.
Demikian tips mengenai perilaku anak berikutnya saya akan coba menuliskan kedahsyatan kemampuan healing dari menangis yang bisa mengubah perilaku anak.
Wednesday, 1 June 2011
PROMO SPECIAL BLN JUNI 2011
PROMO SPECIAL BULAN JUNI !!
Assalamualaikum wr. wb
Wow.. ayah bunda promo langka datang lagi nih... gak nyesel deh beli sekarang... selain hematnya hadiahnya itu loh wuiiih bikin ngiler... yuk ah dilihat promonya.. ^_^
I. PAKET HEBOH Tunai : HB + EBM + ILMA
Harga Normal Rp. 7.290.000,- menjadi Rp. 5.462.500,-
HEMAT Rp 1.827.500,-
DISCOUNT UNTUK PEMBELIAN ANGSURAN
(syarat & ketentuan menyusul)
Hadiah :
2 Buku Puzzle Balita untuk HB
Mini Book + CD Interactive EBM untuk EBM
Diary + Puzzle Islamic Princess dan 1 hadiah edu toys untuk ILMA
II. PAKET HEBOH Tunai : EnsiM
Harga Normal Rp. 2.450.000,- Discount 20 % menjadi
Rp. 1.960.000,-
Untuk pembelian EnsiM secara angsuran maksimal 4 kali bayar
discount 10 % dari harga tunai (dikurangkan ke uang muka)
Hadiah: SKM senilai Rp 150.000,- (selama persediaan masih ada, info SKM terlampir)
Promo Berlaku sampai dengan 30 Juni 2011
Untuk Info dan Pemesana silahkan menghubungi di 081322263085
email : bukuanakcerdas@gmail.com
ditunggu yah... :)
Tuesday, 3 May 2011
PROMO SPECIAL BULAN MEI !!
Assalamualaikum wr. wb.
Ayah bunda.. ummi abi.. alhamdulillah Mizan selaluuu bawa kabar gembira Yuhuuu.. ... ^_^ PROMO Paket Hemat ILMA+HB yang bulan kemaren diperpanjaaaaaang lagi... hohoho asyyyikkk.. ini dia info selengkapnya...:
1. PROMO PAKET HEMAT Beli I Love My Al Quran + Halo Balita
Harga Normal Rp. 4.530.000 DISKON jd Rp. 3.555.000. udah harganya dipangkas masih dapat tambahan bonus pula yaitu Diary ILMA dan Kumpulan Fuzzel Book Islamic Princess.. waaaah keren banget kan..
ini dia nih bonusnya diary ILMAnya ( mohon maaf untuk rehal stoknya lg kosong, sementara digantikan dengan fuzzle book islamic ^_^....)
2. Beli ENSIKLOPEDIA BOCAH MUSLIM Special DISKON 20% wow.. dapatin jg tambahan bonus Minibooks ...^_^
ini bonusnya
3. Beli Halo Balita Berhadiah kumpulan fuzzle Balita...^_^
ini dia bonusnya..
4. Beli Atlas Budaya Islam Diskon 25%
5. Untuk yg mo gabung di MOP bisa manfaatin promo paket hemat ini dengan menambah pembelanjaan Atlas Budaya Islam Diskon khusus 50 %.
6. Beli Ensiklopedi Muhammad berhadiah Seri Komik Muhammad senilai 150rb Rupiah. Yuk hadirkan sosok Muhammad di rumah kita.:)
7. Beli 10 paket buku seri yang sama GRATIS 1 Paket .. wuiiiih asyyiikkk , kalo yg ini bisa dimanfaatin buat yang punya koperasi atau instansi atau barangkali ada yg mau untuk disumbangkan kembali. ksempatan langka loh ^_^
Yuk ah dipesen bukunya yah sebelum keabisan
oya pesanan paling lambat tgl 30 Mei 2011
untuk pemesanan bisa hub di no 081322263085
atau email : bukuanakcerdas@gmail.com
ditunggu yah ^_^
wassalamualaikum wr. wb
Ayah bunda.. ummi abi.. alhamdulillah Mizan selaluuu bawa kabar gembira Yuhuuu.. ... ^_^ PROMO Paket Hemat ILMA+HB yang bulan kemaren diperpanjaaaaaang lagi... hohoho asyyyikkk.. ini dia info selengkapnya...:
1. PROMO PAKET HEMAT Beli I Love My Al Quran + Halo Balita
Harga Normal Rp. 4.530.000 DISKON jd Rp. 3.555.000. udah harganya dipangkas masih dapat tambahan bonus pula yaitu Diary ILMA dan Kumpulan Fuzzel Book Islamic Princess.. waaaah keren banget kan..
ini dia nih bonusnya diary ILMAnya ( mohon maaf untuk rehal stoknya lg kosong, sementara digantikan dengan fuzzle book islamic ^_^....)
2. Beli ENSIKLOPEDIA BOCAH MUSLIM Special DISKON 20% wow.. dapatin jg tambahan bonus Minibooks ...^_^
ini bonusnya
3. Beli Halo Balita Berhadiah kumpulan fuzzle Balita...^_^
ini dia bonusnya..
4. Beli Atlas Budaya Islam Diskon 25%
5. Untuk yg mo gabung di MOP bisa manfaatin promo paket hemat ini dengan menambah pembelanjaan Atlas Budaya Islam Diskon khusus 50 %.
6. Beli Ensiklopedi Muhammad berhadiah Seri Komik Muhammad senilai 150rb Rupiah. Yuk hadirkan sosok Muhammad di rumah kita.:)
7. Beli 10 paket buku seri yang sama GRATIS 1 Paket .. wuiiiih asyyiikkk , kalo yg ini bisa dimanfaatin buat yang punya koperasi atau instansi atau barangkali ada yg mau untuk disumbangkan kembali. ksempatan langka loh ^_^
Yuk ah dipesen bukunya yah sebelum keabisan
oya pesanan paling lambat tgl 30 Mei 2011
untuk pemesanan bisa hub di no 081322263085
atau email : bukuanakcerdas@gmail.com
ditunggu yah ^_^
wassalamualaikum wr. wb
Thursday, 28 April 2011
Peran Ibu Menumbuhkan Kecerdasan Anak
Suatu sore, tampaklah seorang ibu, dengan lima orang anaknya, sedang berkumpul di dapur. Mereka mengelilingi sebuah meja dimana diatasnya terdapat 'potongan' kertas dan kotak melukis yang berisi delapan warna dan sebatang kuas. Mereka akan melukis bersama-sama, belajar menggambar bunga.
Di tengah keasyikan dan kegembiraan melukis, tiba-tiba ada nuansa ketidaksenangan dari anak perempuan terkecilnya. "Ada apa, sayangku?", tanya si ibu. "Salah satu kelopak bungaku tampak seperti daun" jawab anak kecil itu, hampir menangis karena kelopak bunganya tidak tampak seperti kelopak bunga. "Biar kulihat", ujar si Ibu. "Oh ya, baiklah. Tambahkan dengan warna hijau. Sekarang, kelopak bunga itu berubah menjadi daun". Tentu saja si anak tidak jadi menangis. Ia tertawa gembira.
Cerita di atas saya cuplik dan tutur ulang dari pengalaman nyata Margo Marshall - Olmstead akan ibunya saat mereka tinggal di Ferryden, sebuah desa nelayan si pesisir timur Skotlandia (Lesson from Mom, 2004).
POTENSI IBU
Briliyan !!!! Hebat !!!!! Luar biasa !!!!!. Itulah yang deretan kata (dan masih banyak lagi yang lainnya) yang pantas kita ucapkan sebagai apresiasi terhadap cara ibu tersebut mengatasi 'masalah' yang dihadapi anak perempuannya. Ia seakan paham betul dengan kata bijak Pablo Picasso, seorang pelukis genius, bahwa 'Setiap bocah adalah seniman. Masalahnya bagaimana cara mempertahankannya agar ia tetap menjadi seniman ketika dewasa'. Itu sebabnya ia berupaya agar anak perempuan terkecilnya tidak patah semangat, sehingga dapat terus mengembangkan potensinya sebagai seniman.
Tindakan yang ia ambil, tidak saja mencerminkan kecerdasan intelektualnya, namun juga menggambarkan kecerdasan emosinya, kemampuannya berempati. Ia memahami betul bila anak perempuannya bukanlah dirinya, yang sudah piawai melukis bunga. Ia mampu membuat anaknya tetap merasa berhasil (menggambar daun), walaupun hal tersebut akibat dari ia gagal menggambar bunga. Ia mengajar anaknya agar bisa mengambil hikmah (dan terobosan) ketika menghadapi sebuah kegagalan.
Si ibu tahu betul bahwa kepada anak harus diajarkan keberanian untuk mencoba kemampuan, kejelian untuk melihat kemungkinan, keyakinan dalam memilih strategi dan kesempatan untuk melaksanakanan strategi pilihannya. Ia juga tahu betul bahwa semua proses itu harus dikenalkan sejak dini, agar proses belajar untuk memecahkan masalah bila memberikan hasil optimum. Ia sadar bahwa semakin banyak contoh cara memecahkan masalah yang ia berikan, akan membuat makin berkembang pula kemampuan anaknya dalam menangani masalah.
Bisa dibayangkan, bagaimana jadinya bila ketika menghadapi ketidakbisaan anak perempuannya, si ibu berkata "Kamu bodoh, menggambar bunga saja nggak bisa !!!". Atau berkata "Gimana sich kamu ini, membuang-buang kertas dan cat saja". Tentu saja si anak akan merasa gagal. Ia akan kehilangan kepercayaan diri, merasa rendah diri. Dan ini bukan masalah sepele. Karena akan sangat menghambat kemampuannya dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah-masalah yang lain. Tentu kita masih ingat dengan begitu banyaknya kasus bunuh diri di kalangan anak-anak, akibat dari ketidakmampuannya dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah.
Atensi si ibu akan aktivitas melukis dari anak-anaknya juga merupakan hal tepat sebab memang sesungguhnya otak belahan kananlah yang lebih dulu berkembang. Dalam tulisannya yang berjudul Pendidikan Dimulai dari otak Kanan (bagian dari buku Mencetak Anak Cerdas dan Kreatif, 2001), Salomon Simanungkalit mengungkapkan bahwa perkembangan otak belahan kanan sudah dimulai sejak anak berusia nol tahun. Sedangkan otak belahan kiri umumnya mulai berkembang pada saat anak berumur enam tahun. Dan aktivitas melukis yang mengandalkan kemampuan akan berkhayal, mengasah rasa seni adalah kerja otak kanan.
Otak kanan juga yang bertanggungjawab atas kemampuan mengendalikan emosi. Sehingga sungguh sebuah tindakan luar biasa, yang sangat tepat, ketika sambil melukis bunga, si ibu juga mengajarkan cara mengoper kuas dan cat, sehingga ia dan kelima anaknya mempunyai kesempatan yang sama untuk menggambar. Secara tidak langsung hal ini melatih anak untuk mengendalikan ego masing-masing, menanamkan makna bekerja sama dan berbagi, melatihnya mengandalikan emosi. Artinya menstimulus kecerdasan emosi anak-anaknya.
SELAIN KECEDASAN INTELEKTUALl
Hingga kni masih banyak orang (tua) yang memuja kecerdasan intelektual yang mengandalkan kemampuan berlogika semata. Orang tua merasa bangga dan berhasil mendidik anak, bila melihat anak-anaknya mempunyai nilai rapor yang bagus, menjadi juara kelas. Tentu saja hal ini tidak salah, tetapi tidak juga benar seratus persen. Karena beberapa penelitian justru menunjukkan bahwa kecerdasan emosional, kecerdasan sosial dan kecerdasan spirituallah yang lebih berpengaruh bagi kesuksesan seorang anak.
Hasil penelitian Daniel Goleman (1995 dan 1998) memperlihatkan bahwa kecerdasan intelektual hanya memberi kontribusi 20 persen terhadap kesuksesan hidup seseorang. Yang 80 persen bergantung pada kecerdasan emosi, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritualnya. Bahkan dalam hal keberhasilan kerja, kecerdasan intelektual hanya berkontribusi empat persen.
Sebuah survei terhadap ratusan perusahaan di Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa kemampuan teknis/analisis bukan hal yang menentukan keberhasilan seorang pemimpin/manajer. Yang terpenting justru kemauan, keuletan mencapai tujuan, kemauan mengambil inisiatif baru, kemampuan bekerja sama dan kemampuan memimpin tim.
Hasil identik juga disimpulkan dari penelitian jangka panjang terhadap 95 mahasiswa Harvard lulusan tahun 1940-an. Puluhan tahun kemudian, mereka yang saat kuliah dulu mempunyai kecerdasan intelektual tinggi, namun egois dan kuper, ternyata hidupnya tak terlalu sukses (berdasar gaji, produktivitas, serta status bidang pekerjaan) bila dibandingkan dengan yang kecerdasan intelektualnya biasa saja tetapi mempunyai banyak teman, pandai berkomunikasi, mempunyai empati, tidak temperamental sebagai manifestasi dari tingginya kecerdasan emosi, sosial dan spiritual.
Pertanyaannya adalah, bagaimana cara untuk menumbuhkan kecerdasan emosi, sosial dan spiritual pada anak-anak kita?
KERJA PENGASUHAN
Menurut John Gottman dan Joan DeClaire dalam The Heart of Parenting (Kiat - kiat Membesarkan Anak yang Memiliki Kecerdasan Emosional, 1997), cara pembelaja-ran pengetahuan emosional adalah dengan menyadari perasaan anak dan mampu berem-pati, menghibur dan membimbing mereka. Sementara Marsha Sinetar dalam bukunya Spiritual Intelligence (Kecerdasan Spiritual, 2000) mengungkapkan bahwa melalui teladanlah, anak bisa meningkatkan kecerdasan spiritualnya.
Ini artinya, upaya untuk meningkatkan kecerdasan emosi, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritual anak tidak bisa sepertihalnya upaya meningkatkan kecerdasan intelektual yang bisa dipacu dengan memasukkan ke sekolah-sekolah favorit (yang umumnya adalah sekolah mahal), atau menjejali anak dengan aneka macam les. Sementara orang tua dituntut menyediakan uang sebanyak mungkin. Yang pada akhirnya kerap dianggap sebagai alasan tepat oleh para ibu untuk ikut mencari uang (umumnya di ruang publik).
Dan hasilnya, setiap tahunnya terjadi kenaikan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan, khususnya di sektor informal dibandingkan dengan TPAK laki-laki. Bila pada tahun 1980, prosentase TPAK perempuan 'baru' mencapai 58,1persen, pada tahun 2000 sudah menjadi 70 persen, naik 11,9 persen. Sangat terbuka kemungkinan prosentase ini akan terus meningkat, terlebih saat ini gencar disosialisasikan bahwa agar supaya perempuan mempunyai posisi tawar (terhindar dari aneka bentuk kekerasan) maka ia harus mandiri, termasuk dalam hal ekonomi.
Di sinilah letak permasalahannya. Kondisi ini, dimana kedua orang tua sibuk di ruang publik, akan mereduksi kemungkinan anak bisa meningkatkan kecerdasan emosi, sosial dan spiritualnya. Sebab kecerdasan seperti ini sangat dipengaruhi oleh teladan dan sentuhan personal yang penuh rasa cinta, atensi dan apresiasi. Dalam konteks itulah aktivitas pengasuhan menjadi urgen. Dan pengasuh terbaik bagi seorang anak adalah ibunya. Sebab ibulah, sosok yang paling dikenal oleh anak.
Bukankah mereka (ibu dan anak) pernah mengalami 'hidup bersama' selama sembilan bulan? Bukankah ibu pula sosok yang melalui payudaranya memberinya makan di awal kehidupannya. Jadi tidaklah berlebihan bila ada ikatan yang sangat kuat antara ibu - anak. Belum lagi kondisi natural seorang perempuan yang memang sangat tepat untuk melaksanakan kerja pengasuhan. Kondisi - kondisi ini merupakan modal besar dalam proses pembelajaran emosi, sosial dan spiritual anak. Akankah hal ini disia-siakan? Semestinya tidak…
Saya berharap, peringatan Hari Ibu kali ini dapat menyadarkan kita semua, termasuk juga Pemerintah akan urgensi kerja pengasuhan serta besarnya potensi yang dimiliki oleh para ibu terhadap keberdayaan anak-anaknya. Sebagaimana ungkapan Dorothy Canfield Fisher bahwa "Seorang ibu bukan seorang untuk dijadikan sandaran, tetapi seseorang
Subscribe to:
Posts (Atom)






